Infinix Hot 50 series tampaknya menjadi produk andalan Infinix untuk merebut pasar kelas entry level hingga mid range. Pasalnya, hampir semua varian dari seri ini dibekali spesifikasi yang di atas rata-rata gawai sekelasnya, termasuk Infinix Hot 50 Pro+.
Dibanderol dengan harga Rp2 jutaan saja, gawai sudah mampu menghadirkan kemampuan yang melebihi pesaingnya. Misalnya dengan menghadirkan chipset Mediatek Helio G100 Octa-core yang dikombinasikan dengan RAM 8GB yang bisa diperluas hingga 8GB.
Layarnya sudah menggunakan panel AMOLED, memiliki resolusi FHD+ dan dibekali refresh rate hingga 120 Hz. Tapi apakah seri ini memang sempurna dari segala sektor? Simak Infinix Hot 50 Pro+ agar kamu bisa mendapatkan jawabannya.
Infinix Hot 50 Pro+ Titanium Grey
Infinix Hot 50 Pro+ Sleek Black
Infinix Hot 50 Pro+ Dreamy Purple
Tabel Spesifikasi Infinix Hot 50 Pro+ | |
Tipe | Smartphone |
Bentuk | Bar |
OS | Android |
Versi OS | Android 14, XOS 14.5 |
SIM | Nano SIM/Dual SIM/Dual Standby |
CPU | MediaTek Helio G100 Octa-core |
Kecepatan CPU | 2 × 2.2 GHz Cortex A-76, 6 × 2.0 GHz Cortex-A55 |
Storage | 256GB |
RAM | 8GB |
Baterai | 5.000 mAh |
Ukuran Layar | 6.78 inci |
Resolusi Layar | FHD+ 2436 x 1080 piksel |
Tipe | 2G/3G/4G |
2G | B2/3/5/8 |
3G | B1/2/4/5/8 |
4G | B1/2/3/4/5/7/8/20/28A/28B/38/41(120M)/40 |
Kamera Belakang | 50MP + 2MP + Auxiliary lens |
Kamera Depan | 13MP |
Fitur dan Layanan | Wi-Fi, GPS, Bluetooth, Flash, Fingerprint, NFC |
Dimensi dan Ukuran | 164.10 x 74.43 x 6.8 mm |
Berat | 162 gram |
Salah satu hal yang patut diapresiasi dari Infinix Hot 50 Pro+ adalah bodinya yang sudah mengantongi sertifikasi IP54. Sebab di kelas harga yang ditawarkan, fitur tahan cipratan air dan debu ini tergolong masih jarang ditemukan.
Untuk desainnya sendiri juga terlihat cukup berkelas dan tidak murahan. Material bodi plastik yang digunakan sebagai bingkai dan cover bodi belakang berhasil dibuat terlihat premium.
Smartphone juga masih terasa cukup kokoh dan solid ketika dalam genggaman. Apalagi, ukuran bodinya tergolong tipis dan mungil dengan bobot hanya 162 gram saja.
Bagian cover bodi belakangnya pun terlihat semakin menarik berkat pemilihan warna yang cantik. Pengguna bisa memilih gawai dengan warna titanium grey, dreamy purple, sage green, serta sleek black.
Desain kamera belakang yang dihadirkan oleh Infinix juga terlihat menawan. Disebut sebagai desain WOOOW, Infinix menempatkan tiga buah kamera berbentuk kubik yang tampak seperti huruf O. Ketiganya disusun vertikal di dalam sebuah modul persegi panjang, sementara lampu flash LED terdapat di sampingnya.
Soal port, pengguna akan menemukan mikrofon dan speaker di sisi atas sedangkan sisi kiri dibiarkan kosong. Sisi kanan ditempati tombol power serta tombol volume dan bagian bawah dipasang speaker, port USB Type-C, SIM tray triple slot, dan mikrofon.
Rasanya hampir tidak ada yang bisa dikeluhkan soal layar Infinix Hot 50 Pro+. Panelnya sudah menggunakan AMOLED, sesuatu yang masih belum bisa ditawarkan oleh semua ponsel kelas Rp2 jutaan.
Layarnya pun sudah berukuran 6,78 inci dan dilengkapi resolusi Full HD+. Untuk membuat penggunanya lebih puas, Infinix membekali seri ini dengan refresh rate 120 Hz yang membuat pengalaman scrolling dan bermain gim lebih menyenangkan.
Penggunaan gawai di luar ruangan pun masih tetap nyaman karena kecerahan puncak layarnya mencapai 1300 nits. Di harga yang ditawarkan, gawai bahkan juga sudah memiliki lapisan pelindung Corning Gorilla Glass yang dapat melindungi layar dengan lebih baik saat terjatuh atau terbentur.
Kehadiran chipset MediaTek Helio G100 Octa-core di perangkat ini membuat performa yang ditawarkan sudah sangat memuaskan di kelas harganya. Penggunaan chipset tersebut sudah mampu menghadirkan kinerja yang mumpuni untuk kebutuhan multitasking maupun bermain gim dengan grafis tidak terlalu berat.
Suhunya pun masih tergolong stabil saat digunakan untuk bermain gim sekelas Mobile Legends. Hanya saja jika digunakan untuk bermain gim berat seperti Genshin Impact, suhunya cenderung cepat panas. Jadi disarankan untuk menggunakan kipas tambahan saat bermain gim dengan grafis berat.
Untuk mendukung chipset yang mumpuni, Infinix membekali gawai dengan kapasitas penyimpanan yang luas. RAM yang dibawakan mencapai 8GB dan bisa diperluas dengan extended RAM hingga 8GB.
Untuk ruang penyimpanan yang dibawa mencapai 128GB dan 256GB. Jika dirasa kurang lega, ada juga slot khusus untuk microSD dengan kapasitas hingga 1TB yang disediakan.
Untuk urusan perangkat lunak, Infinix Hot 50 Pro+ masih menjalankan sistem operasi Android 14. Tidak disebutkan apakah seri ini akan mendapatkan jaminan update software di masa depan.
Dari segi fitur, Infinix Hot 50 Pro+ sudah cukup memuaskan. Perangkat masih dilengkapi dengan jack audio 3.5 mm, sensor pemindai sidik jari under display, serta fitur NFC.
Infinix Hot 50 Pro+ memang menawarkan performa yang impresif, namun kemampuan kameranya masih tergolong standar. Jika dilihat dari luar memang tampak ada tiga kamera yang dibawakan. Namun secara kegunaan, hanya ada satu kamera yang fungsional.
Meski begitu, kamera utama 50MP yang dibekalkan pada sisi belakang gawai sudah bisa diandalkan. Untuk memotret saat siang hari, hasilnya sudah cukup tajam dan memiliki detail yang baik. Hanya saja untuk memotret di malam hari, pengguna perlu mengaktifkan mode malam agar mendapatkan hasil terbaik.
Selain itu, absennya fitur optical image stabilization (OIS) membuat hasil foto rentan buram, terutama saat tangan tidak stabil atau dalam kondisi minim cahaya. Fitur gyro-EIS yang membantu membuat perekaman video lebih stabil juga belum dihadirkan. Jadi meskipun resolusi perekaman videonya mencapai 2K 30 fps, hasilnya masih rentan goyang jika gawai tidak dipegang dengan stabil.
Beralih ke sisi depan, kamera beresolusi 13MP cukup bisa diandalkan untuk kebutuhan swafoto maupun panggilan video. Meskipun tidak mengagumkan, hasil fotonya masih oke untuk dokumentasi sehari-hari.
Sektor baterai dari seri ini tergolong standar, yakni hanya memiliki kapasitas sebesar 5.000 mAh saja. Daya tahannya pun tergolong standar, sekadar cukup untuk menunjang aktivitas harian. Namun menariknya, baterai sebesar itu bisa ditanamkan pada gawai yang begitu tipis.
Selain itu, hadir pula fitur bypass charging yang membuat pengguna tetap nyaman bermain gim meskipun perangkat sedang diisi daya. Arus listrik yang masuk akan langsung digunakan sebagai sumber daya tanpa membebani baterai, sehingga risiko kerusakan akibat panas dapat diminimalkan.
Infinix Hot 50 Pro+ juga sudah didukung pengisian cepat hingga 33W. Dalam waktu 26 menit gawai bisa terisi sampai 50 persen. Ada juga fitur reverse charging hingga 10W.
Sebagai varian tertinggi dari seri Infinix Hot 50, harga yang ditawarkan untuk seri ini jelas lebih mahal dibanding saudaranya. Namun jika melihat spesifikasi yang dibawa, harga Infinix Hot 50 Pro+ terasa sangat murah. Pasalnya, pengguna hanya perlu mengeluarkan uang Rp2,499 juta untuk bisa membawa pulang gawai dengan RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB.
Bagi kamu yang sedang mencari ponsel yang asyik untuk bermain gim namun dengan budget Rp2 jutaan, Infinix Hot 50 Pro+ bisa jadi pilihan yang pas. Pasalnya, di harga yang ditawarkan, pengguna sudah bisa memainkan Mobile Legend hingga PUBG Mobile sudah menyenangkan.
Refresh rate layar pada perangkat ini juga sudah 120Hz dan menggunakan panel AMOLED yang akan membuat pengalaman bermain gim semakin menyenangkan. Desainnya cantik, bobotnya ringan, sektor baterai hingga kameranya pun masih memuaskan.
Dengan spesifikasi yang dimiliki, gawai juga bisa dipilih konsumen yang sedang mencari ponsel all rounder di kelas harga Rp2 jutaan. Bisa juga untuk pengguna yang membutuhkan smartphone untuk bekerja di luar ruangan, seperti misalnya driver ojek online.