Semakin banyak brand asal China yang masuk ke Indonesia membuat persaingan ponsel murah semakin ketat. Bahkan di kelas harga Rp1 jutaan, konsumen tidak lagi hanya mendapatkan smartphone dengan kemampuan dasar. Misalnya saja Infinix Smart 8.
Ditawarkan dengan harga kurang dari Rp1,5 juta, pengguna sudah bisa membawa pulang perangkat dengan berbagai fitur menarik. Misalnya saja dengan kehadiran sensor pemindai sidik jari yang sudah dipasang menempel pada tombol power.
Sektor layarnya pun sudah oke meski hanya menggunakan panel IPS LCD. Refresh rate yang dibekalkan sudah 90 Hz yang membuat scrolling media sosial jadi lebih asyik. Di Infinix Smart 8, pengguna juga bisa memasang dua buah kartu SIM dan microSD secara bersamaan.
Penasaran seberapa menarik spesifikasi lengkap dari perangkat ini? Simak ulasan Infinix Smart 8 berikut agar kamu mendapatkan gambarannya.
Warna Infinix Smart 8
Infinix Smart 8 Shinny Gold
Infinix Smart 8 Galaxy White
Infinix Smart 8 Crystal Green
Infinix Smart 8 Timber Black
Tabel Spesifikasi Infinix Smart 8 | |
Tipe | Smartphone |
Bentuk | Bar |
OS | Android T Go |
SIM | Nano SIM/Dual SIM/Dual Standby |
CPU | Unisoc T606 |
Kecepatan CPU | Octa-core, 2 x 1.6 GHz Cortex-A75, 6 x 1.6 GHz Cortex-A55 |
Storage | 64GB/128GB |
RAM | 3GB/4GB |
Baterai | 5.000 mAh |
Ukuran Layar | 6.6 inci |
Resolusi Layar | HD+ 1612 x 720 piksel |
Tipe | 2G/3G/4G |
2G | B2/3/5/8 |
3G | B1/2/4/5/8 |
4G | B1/2/3/4/5/7/8/20/28A/28B/38/41(120M)/40 |
Kamera Belakang | 13MP + AI Lens |
Kamera Depan | 8MP |
Fitur dan Layanan | Wi-Fi, GPS, Bluetooth, Flash, Fingerprint, Jack audio 3.5 mm |
Dimensi dan Ukuran | 163.60 x 75.60 x 8.5 mm |
Berat | 184 gram |
Soal urusan desain, seri ini memiliki kemiripan dengan beberapa seri ponsel keluaran iPhone, terutama di bagian belakang. Pengguna akan menemukan tiga buah cincin yang berisi dua buah kamera dan lampu flash LED. Ketiganya disusun membentuk segitiga di dalam modul persegi.
Meskipun material bodi yang digunakan masih plastik, namun Infinix berhasil membuat tampilan luar seri ini tampak premium. Cover bodi belakangnya dibuat berkilau sehingga tidak terlihat murah.
Meski berkilau, gawai tidak terasa licin dan noda sidik jari juga tidak mudah menempel. Hal ini dikarenakan cover bodinya diberi sentuhan tekstur halus yang membuat grip jadi lebih nyaman saat digenggam. Infinix juga menawarkan pilihan warna menarik untuk menunjang penampilan penggunanya.
Meski secara desain sudah tampak premium, namun gawai ini tetaplah smartphone kelas entry level. Bodinya masih belum dilengkapi dengan sertifikasi tahan air dan debu. Jadi pengguna harus lebih berhati-hati jika menggunakannya di dekat air.
Meski begitu, bodi dari Infinix Smart 8 ternyata cukup tangguh. Berdasarkan klaimnya, perangkat ini bisa dioperasikan pada suhu -15 °C sampai 50 °C hingga lolos uji jatuh 10 ribu kali.
Soal port, pengguna akan menemukan mikrofon, jack audio 3,5 mm, speaker, dan USB Type-C di sisi bawah. Kemudian di sisi kanan ditempati tombol power yang merangkap sebagai sensor pemindai sidik jari serta tombol volume. Sisi atas dibiarkan polos tanpa port apapun, sedangkan sisi kiri terdapat SIM Tray triple slot.
Layarnya sudah menggunakan desain dot display sehingga terlihat lebih kekinian. Hanya saja, karena merupakan ponsel kelas entry level, panel yang digunakan masih IPS LCD.
Ukuran layar dari Infinix Smart 8 sudah mencapai 6,6 inci dan memiliki resolusi HD+. Kabar baiknya, gawai sudah dilengkapi dengan refresh rate hingga 90 Hz yang membuat layar lebih responsif saat scrolling.
Digunakan di luar ruangan pun, layar dari perangkat ini masih terlihat dengan cukup jelas. Sebab, Infinix membekali gawai dengan kecerahan layar puncak hingga 500 nits.
Di ponsel yang sangat terjangkau ini, Infinix juga menghadirkan fitur ala Dynamic Island milik iPhone. Fitur yang dinamai Magic Ring ini bisa memunculkan notifikasi di area punch hole seperti pada sejumlah smartphone iPhone terbaru.
Jika kamu hanya punya dana Rp1 juta lebih sedikit dan mencari gawai yang masih asyik untuk bermain gim mobile, seri ini mungkin jawabannya. Gim populer seperti Free Fire, Mobile Legend, atau PUBG Mobile, masih bisa dimainkan dengan mulus. Suhu gawai pun masih cukup oke saat digunakan untuk push rank.
Performanya yang mumpuni ini bisa dihadirkan karena gawai sudah menggunakan chipset Unisoc Tiger T606 Octa-core. Chipset gaming ini juga dilengkapi dengan RAM dan ruang penyimpanan cukup besar di kelasnya.
Pengguna bisa memilih untuk membeli varian RAM 3GB atau 4GB dan tersedia extended RAM tambahan 3GB dan 4GB. RAM yang dibawakan sebenarnya terasa kecil untuk penggunaan tahun 2025. Adanya extended RAM juga tidak banyak membantu.
Namun untungnya, memori internalnya diberi pilihan 64GB dan 128GB. Jika dirasa masih belum mencukupi, ada slot khusus untuk microSD hingga 2TB yang disediakan.
Untuk sistem operasi yang digunakan adalah Android T Go, versi ringan dari Android standar. Selain itu, tidak ada jaminan update software dari Infinix untuk perangkat ini.
Di sisi lain, konektivitas dan fitur yang dibawakan cukup lengkap. Di harga yang sangat terjangkau, pengguna sudah bisa menikmati sensor giroskop meski hanya software. Gawai juga sudah dilengkapi fitur pemindai sidik jari untuk mengamankan data.
Untuk ukuran entry level, kamera yang dibawakan oleh Infinix Smart 8 sudah tergolong baik. Namun tentu saja jika dibandingkan ponsel kelas mid range atau flagship, hasilnya masih jauh di bawah.
Selain itu, meski terlihat memiliki dua buah kamera belakang, hanya ada satu yang fungsional, yakni kamera utama. Jadi jangan berharap menemukan kamera ultrawide maupun makro di seri ini.
Di kelas entry level, pengguna juga harus menerima jika gawai tidak dilengkapi dengan fitur optical image stabilization (OIS). Jadi jika ingin hasil jepretan terbaik, pengguna harus memastikan posisi ponsel stabil dan kondisi cahaya di sekitar mencukupi.
Kualitas hasil jepretannya akan mengalami penurunan saat kondisi cahaya minim atau ketika malam hari. Jika ingin merekam video, resolusi yang dihasilkan juga hanya 1080P 30fps.
Beralih ke sisi depan, Infinix membekali gawai dengan kamera 8MP. Kehadirannya sudah cukup memenuhi kebutuhan pengguna untuk panggilan video atau menangkap momen penting sebagai kenangan.
Kapasitas baterai yang dibawakan oleh Infinix Smart 8 sudah sama besar dengan ponsel pesaingnya. Baterai 5.000 mAh yang ditanamkan pun cukup awet digunakan menemani berbagai aktivitas harian.
Berdasarkan klaimnya, smartphone bisa menyala hingga 50 jam jika hanya untuk memutar musik. Sementara untuk memutar video lokal bisa 36 jam dan panggilan telepon selama 30 jam.
Namun di sisi lain, pengguna harus bersabar dengan pengisian data dari seri ini. Pasalnya, untuk baterai sebesar 5.000 mAh yang dibekalkan, perangkat hanya dibekali pengisi daya 10W saja.
Sebagai ponsel kelas entry level Infinix Smart 8 ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau. Dari tiga varian yang dihadirkan, harga yang ditawarkan tidak ada yang melebihi Rp1,5 juta.
Varian paling murah dibanderol Rp1,099 juta untuk RAM 3GB dengan memori internal 64GB. Sementara untuk varian dengan RAM 4GB dengan penyimpanan internal 64GB dihargai Rp1,149 juta dan memori 128GB ditawarkan Rp1,249 juta.
Spesifikasi yang dibawa oleh Infinix Smart 8 rasanya melebihi harga yang ditawarkan. Bayangkan saja, hanya dengan dana Rp1 juta kecil, pengguna sudah mendapatkan smartphone yang bisa digunakan untuk bermain Free Fire, Mobile Legend, hingga PUBG Mobile dengan mulus.
Refresh rate layarnya pun mencapai 90 Hz yang sangat mendukung hobi bermain gim. Desainnya juga tampak premium serta tidak kelihatan murah. Hanya saja, kameranya masih standar kelas entry level dan RAM yang dibawakan terasa tanggung untuk tahun 2025.
Meski begitu, konsumen yang hanya punya dana kurang dari Rp1,5 juta dan mencari ponsel yang masih enak untuk bermain gim, seri ini bisa jadi pilihan. Pengguna yang ingin merasakan fitur ala iPhone dan hanya membutuhkan smartphone untuk kebutuhan ringan juga bisa memilih seri ini.